Langsung ke konten utama

Ketika Suporter "Jatuh Cinta" (Bagian Lima)

Masih berkisah tentang lika-liku menyinggahi stadion. Kali ini saya akan bercerita tentang stadion Manahan di Surakarta. Salah satu stadion yang menjadi impian saya untuk disinggahi.

Stadion Manahan Solo. Baru setelah kunjungan yang ke sekian bisa saya singgahi. Sebab beberapa kali ke sana tidak pernah sendirian. Jadi tidak bisa explore stadion dengan total. Apalagi untuk bisa mengabadikan moment di sini.

Tapi akhirnya mimpi itu pun terwujud. Ketika pada satu kesempatan saya bisa berkunjung ke sana sendirian. Tanpa mempedulikan tatapan orang-orang di sana, kebetulan saat saya tiba di sana adalah hari Minggu. Stadion Manahan ramai oleh orang yang berolahraga. Sementara saya baru datang dari Jakarta dengan gaya Backpackeran. Tentu terlihat aneh.

Saya tak peduli. Yang terpenting bisa ke sini dulu barulah mengurus kepentingan di sini. Beginilah yang namanya😛😪suka. Kerap tak mengedepankan logika. Dan inilah yang saya lakukan ketika mendapatkan kesempatan ke Solo.

Berapa kali pun ke sana ketika belum menjejakkan kaki di stadion Manahan, rasanya belum afdol. Dan seberapa pun banyak tempat indah dan menarik di sana, tapi bagi saya yang paling menarik dan keren itu adalah moment berfoto di depan stadion. Dan inilah stadion Manahan Solo. Yeaaah....!!!



Larindah, 25 Oktober 2017



#ODOPOKT21
#JelajahStadion



Tulisan ini diikutsertakan dalam program One Day One Post (ODOP) yang diselenggarakan oleh Blogger Muslimah Indonesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masjid Agung Sarua Permai Pamulang yang Nyaman Bersahaja

MASJID. Bagi saya yang seorang muslimah, masjid merupakan tempat yang selalu dicari ketika kaki ini telah melangkah keluar. Kemana pun itu. Tidak melulu untuk beribadah. Sekedar duduk-duduk dan bersantai di lingkungan masjid, rasanya nyaman dan tenang. Itu yang saya rasakan. Dan tentu juga dirasakan oleh yang lain, yang menyebut dirinya muslim. Seharusnya. Tetapi tidak semua masjid menghadirkan perasaan seperti itu di hati saya. Karena terkadang itu arsitektur sebuah masjid membuat saya enggan dan was-was. Enggannya, karena bentuknya bertingkat. Mesti naik turun untuk mengambil wudhu. Was-wasnya, khawatir ada yang jatuh kalau lihat anak-anak bermain di sekitaran masjid bertingkat. Oleh karena itu, saya agak memilah-milah jika ingin menyinggahi sebuah masjid. Harus sesuai dengan yang ada dibenak saya. Idealisme sekali ya? Tak apa asal untuk sesuatu yang baik. Dan alhamdulilah selalu men...

Jam Gede Jasa Icon Baru Kota Tangerang

Kota Tangerang adalah salah satu wilayah kota di provinsi Banten. Merupakan kota terbesar di provinsi ini dan menjadi penyanggah Ibu kota Jakarta. Karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Jakarta. Dan saya adalah salah satu warga Kota Tangerang yang kebetulan tinggalnya dekat perbatasan. Bisa disebut orang pinggiran. Pingirannya Jakarta dan pinggirannya Kota Tangerang.  Dokumen pribadi Bagaimana tidak disebut orang pinggiran. Lha wong untuk masuk wilayah Jakarta loh saya bisa dengan berjalan kaki. Sementara untuk pergi ke pusat Kota Tangerang butuh waktu sekitarnya 1-2 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan. Jauh bukan dari Kota Tangerang? Karenanya aktivitas saya lebih banyak ke kota Jakarta. Sejak dari jaman sekolah sampai bekerja. Hanya KTP saja yang statusnya sebagai warga Kota Tangerang.  Dan status seperti itu ternyata mengusik hati nurani saya secara perlahan. Apalagi ketika pada suatu hari dalam sebuah perjalanan backpackeran ke luar kota, di dalam ke...

Jembatan UNIS Jembatan Merahnya Kota Tangerang

Melanjutkan pengenalan terhadap kota di mana saya tinggal, yaitu Kota Tangerang. Maka petualangan pun saya lanjutkan dengan menyusuri Jalan Cikokol usai melihat kemegahan Jam Gede Jasa.  Saat melintas di wilayah Kota Tangerang dari arah Cikokol menuju Jalan Kalipasir, ada sebuah pemandangan yang cukup menarik perhatian. Yakni sebuah jembatan merah yang melintang di atas sungai Cisadane. Jembatan ini bernama Jembatan UNIS. Jembatan merahnya Kota Tangerang. Dokumen pribadi Di sebut Jembatan UNIS karena letaknya tidak jauh dari Universitas Islam Syech Yusuf. Salah satu perguruan tinggi di Kota Tangerang yang usianya sudah cukup tua, yakni sekitar 51 tahunan lebih. Jembatan ini menghubungkan Kecamatan Babakan dengan Kecamatan Karawaci, Tangerang. Jalur terdekat untuk menuju daerah tanah gocapnya Tangerang dan Rumah Duka Boen Tek Bio. Saya masih ingat ketika beberapa tahun lalu melintasi jembatan itu, kondisinya belum seperti sekarang ini. Masih berupa jembatan biasa. Sehingga a...