Langsung ke konten utama

Perpustakaan Nyaman Anak di TIM

Banyak cara untuk meningkatkan minat baca. Terutama bagi anak-anak. Perpustakaan sebagai salah satu gudangnya ilmu, terkadang menjadi tempat yang menakutkan. Seolah sebuah siksaan jika seorang anak diminta masuk ke ruang perpustakaan. Sementara anak adalah cikal bakal generasi muda penerus bangsa. Jika sejak dini sudah tak memiliki minat baca, bagaimana bisa memajukan negerinya. Membangun diri sendiri saja sulit. 


Untuk mengatasi masalah tersebut, Perpustakaan Umum Daerah Jakarta Pusat yang berlokasi di Taman Ismail Marzuki (TIM) memilki cara sendiri. Yaitu dengan menata ruangan perpustakaan semenarik mungkin. 

Dengan menyediakan area play groud yang cukup luas di bagian ruang baca anak-anak. Karena dunia anak adalah dunia bermain. Maka pra sarana yang disediakan pun tak jauh dari permainan. 


Perpustakaan ini terdiri dari 3 lantai. Lantai 1 dan 3 ruang baca dewasa. Lantai 2 ruang baca anak-anak. Untuk mencapai lantai per lantai bisa menggunakan tangga manual atau lift. Perpustakaan ini buka dari Senin- Minggu.  Jika ingin mengajak anak-anak wisata edukatif, ajaklah mengunjungi TIM.


Selain ke perpustakaan yang ramah anak, di TIM anak-anak bisa sekaligus diajak untuk mengunjungi planetarium. Objek wisata untuk mengenal alam semesta dan sekitarnya. Jadi tunggu apa lagi? Mari ajak anak-anak berwisata edukatif. Agar hati senang ilmu pun dapat. 

#onedayonepost
#harike-14
#oktober2016
#perpustakaankeren


















Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujung Aspal Pondok Gede

Di rumah ini aku dibesarkan Dibelai mesra lentik jari ibu Nama dusunku Ujung Aspal Pondok Gede Rimbun dan anggun ramah senyum penghuni dusun Kambing sembilan motor tiga bapak punya Ladang yang luas habis sudah sebagai gantinya Sampai saat tanah moyangku Tersentuh sebuah rencana dari serakahnya kota Terlihat murung wajah pribumi Terdengar langkah hewan bernyanyi  (Ujung Aspal Pondok Gede, Iwan Fals) Siapa yang tak mengenal lirik lagu tersebut? Lagu milik Iwan Fals itu begitu familiar ditelinga masyarakat. Saya salah satu penikmat lagu-lagu iwan Fals. Khusus lagu yang berjudul Ujung Aspal Pondok Gede, jiwa petualang saya bergolak saat mendengar lagu ini. Ada rasa ingin tahu dalam benak saya kala mencermati lirik demi lirik lagi itu. Maka tercetus niat di hati untuk suatu hari melongok daerah bernama Ujung Aspal Pondok Gede. Kesempatan itu pun tiba juga akhirnya. Suatu hari dengan ditemani seorang kawan saya bisa menjejakkan kaki di daerah  sana. Dengan mengendarai ...

Jam Gede Jasa Icon Baru Kota Tangerang

Kota Tangerang adalah salah satu wilayah kota di provinsi Banten. Merupakan kota terbesar di provinsi ini dan menjadi penyanggah Ibu kota Jakarta. Karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Jakarta. Dan saya adalah salah satu warga Kota Tangerang yang kebetulan tinggalnya dekat perbatasan. Bisa disebut orang pinggiran. Pingirannya Jakarta dan pinggirannya Kota Tangerang.  Dokumen pribadi Bagaimana tidak disebut orang pinggiran. Lha wong untuk masuk wilayah Jakarta loh saya bisa dengan berjalan kaki. Sementara untuk pergi ke pusat Kota Tangerang butuh waktu sekitarnya 1-2 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan. Jauh bukan dari Kota Tangerang? Karenanya aktivitas saya lebih banyak ke kota Jakarta. Sejak dari jaman sekolah sampai bekerja. Hanya KTP saja yang statusnya sebagai warga Kota Tangerang.  Dan status seperti itu ternyata mengusik hati nurani saya secara perlahan. Apalagi ketika pada suatu hari dalam sebuah perjalanan backpackeran ke luar kota, di dalam ke...

Masjid Agung Sarua Permai Pamulang yang Nyaman Bersahaja

MASJID. Bagi saya yang seorang muslimah, masjid merupakan tempat yang selalu dicari ketika kaki ini telah melangkah keluar. Kemana pun itu. Tidak melulu untuk beribadah. Sekedar duduk-duduk dan bersantai di lingkungan masjid, rasanya nyaman dan tenang. Itu yang saya rasakan. Dan tentu juga dirasakan oleh yang lain, yang menyebut dirinya muslim. Seharusnya. Tetapi tidak semua masjid menghadirkan perasaan seperti itu di hati saya. Karena terkadang itu arsitektur sebuah masjid membuat saya enggan dan was-was. Enggannya, karena bentuknya bertingkat. Mesti naik turun untuk mengambil wudhu. Was-wasnya, khawatir ada yang jatuh kalau lihat anak-anak bermain di sekitaran masjid bertingkat. Oleh karena itu, saya agak memilah-milah jika ingin menyinggahi sebuah masjid. Harus sesuai dengan yang ada dibenak saya. Idealisme sekali ya? Tak apa asal untuk sesuatu yang baik. Dan alhamdulilah selalu men...