Langsung ke konten utama

Taman Dadap Merah

Ketika sedang melakukan perjalanan entah di dalam kota atau ke luar kota. Pernahkah teman-teman merasa penasaran dengan sebuah nama pada papan petunjuk jalan?

Hal tersebut yang saya rasakan saat melalui sebuah jalan dari arah Jagakarsa menuju Jakarta. Ada sebuah papan petunjuk jalan bertuliskan Joe dan Taman Dadap Merah. 


Dihinggapi rasa penasaran dan ingin tahu. Saya pun memilih mengikuti jalan sesusai nama yang tertera di papan petunjuk jalan tersebut.

Setelah melalui beberapa belokkan, akhirnya saya pun sampai ditujuan. Taman Dadap Merah. Nama itu tertulis jelas memanjang di sisi tembok. Rupanya Taman Dadap Merah adalah salah satu ruang terbuka hijau berupa taman kota.


Taman yang terletak di Jalan Kebagusan Dalam No.55, Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini tampak sepi saat saya berkunjung. Mungkin karena sudah siang, jadi hanya beberapa anak dan petugas kebersihan saja yang saya jumpai.

Ukuran taman jika dilihat dari luar tidak terlalu luas. Tapi jika sudah masuk ke dalamnya lumayan juga. Luas memanjang ke dalam. Seperti halnya taman-taman kota lain di Jakarta. Di Taman Dadap Merah ini ada fasilitas olahraga dan area bermain bagi anak-anak.



Namun yang membuat Taman Dadap Merah tampak berbeda dengan taman-taman kota lainnya, di sana terdapat sungai buatan. Tidak terlalu luas memang. Tapi cukup menarik perhatian.


Sungai kecil itu bermuara di sebuah kolam buatan di sudut taman. Bagus. Sayangnya saat saya berkunjung ke sana danaunya sedang penuh dengan sampah. Namun sebagai sebuah taman, cukup oke dan menarik untuk dikunjungi. (EP)











Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ujung Aspal Pondok Gede

Di rumah ini aku dibesarkan Dibelai mesra lentik jari ibu Nama dusunku Ujung Aspal Pondok Gede Rimbun dan anggun ramah senyum penghuni dusun Kambing sembilan motor tiga bapak punya Ladang yang luas habis sudah sebagai gantinya Sampai saat tanah moyangku Tersentuh sebuah rencana dari serakahnya kota Terlihat murung wajah pribumi Terdengar langkah hewan bernyanyi  (Ujung Aspal Pondok Gede, Iwan Fals) Siapa yang tak mengenal lirik lagu tersebut? Lagu milik Iwan Fals itu begitu familiar ditelinga masyarakat. Saya salah satu penikmat lagu-lagu iwan Fals. Khusus lagu yang berjudul Ujung Aspal Pondok Gede, jiwa petualang saya bergolak saat mendengar lagu ini. Ada rasa ingin tahu dalam benak saya kala mencermati lirik demi lirik lagi itu. Maka tercetus niat di hati untuk suatu hari melongok daerah bernama Ujung Aspal Pondok Gede. Kesempatan itu pun tiba juga akhirnya. Suatu hari dengan ditemani seorang kawan saya bisa menjejakkan kaki di daerah  sana. Dengan mengendarai ...

Jam Gede Jasa Icon Baru Kota Tangerang

Kota Tangerang adalah salah satu wilayah kota di provinsi Banten. Merupakan kota terbesar di provinsi ini dan menjadi penyanggah Ibu kota Jakarta. Karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Jakarta. Dan saya adalah salah satu warga Kota Tangerang yang kebetulan tinggalnya dekat perbatasan. Bisa disebut orang pinggiran. Pingirannya Jakarta dan pinggirannya Kota Tangerang.  Dokumen pribadi Bagaimana tidak disebut orang pinggiran. Lha wong untuk masuk wilayah Jakarta loh saya bisa dengan berjalan kaki. Sementara untuk pergi ke pusat Kota Tangerang butuh waktu sekitarnya 1-2 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan. Jauh bukan dari Kota Tangerang? Karenanya aktivitas saya lebih banyak ke kota Jakarta. Sejak dari jaman sekolah sampai bekerja. Hanya KTP saja yang statusnya sebagai warga Kota Tangerang.  Dan status seperti itu ternyata mengusik hati nurani saya secara perlahan. Apalagi ketika pada suatu hari dalam sebuah perjalanan backpackeran ke luar kota, di dalam ke...

Masjid Agung Sarua Permai Pamulang yang Nyaman Bersahaja

MASJID. Bagi saya yang seorang muslimah, masjid merupakan tempat yang selalu dicari ketika kaki ini telah melangkah keluar. Kemana pun itu. Tidak melulu untuk beribadah. Sekedar duduk-duduk dan bersantai di lingkungan masjid, rasanya nyaman dan tenang. Itu yang saya rasakan. Dan tentu juga dirasakan oleh yang lain, yang menyebut dirinya muslim. Seharusnya. Tetapi tidak semua masjid menghadirkan perasaan seperti itu di hati saya. Karena terkadang itu arsitektur sebuah masjid membuat saya enggan dan was-was. Enggannya, karena bentuknya bertingkat. Mesti naik turun untuk mengambil wudhu. Was-wasnya, khawatir ada yang jatuh kalau lihat anak-anak bermain di sekitaran masjid bertingkat. Oleh karena itu, saya agak memilah-milah jika ingin menyinggahi sebuah masjid. Harus sesuai dengan yang ada dibenak saya. Idealisme sekali ya? Tak apa asal untuk sesuatu yang baik. Dan alhamdulilah selalu men...